Mencekam, Unjuk Rasa di Paris Berakhir Ricuh

7 Desember 2019 - 17:04

Menurut Kantor Berita ABNA, aksi unjuk rasa serikat pekerja yang memprotes perombakan sistem pensiun di Prancis berbuah kericuhan. Bentrok antara ribuan demonstran dengan aparat keamanan tidak bisa dihindari. Aklibat kericuhan tersebut, pemerintah menghentukan operasi transportasi di Paris. Sekolah-sekolah juga ditutup dan pengunjung Menara Eiffel diperingatkan untuk menjauh dari demonstrasi.

Paris mengerahkan enam ribu personel polisi untuk menghadapi demonstrasi besar di ibu kota yang dimulai sejak Kamis (5/12). Unjuk rasa ini mengungkapkan rasa marah pekerja pada rencana reformasi Presiden Emmanuel Macron yang dinilai mengancam cara hidup orang Prancis. 

Akibat dari unjukrasa yang nyaris melumpuhkan kota Paris tersebut, banyak calon pengunjung termasuk menteri energi Amerika Serikat (AS) yang membatalkan kunjungan mereka ke Paris karena pertimbangan keamanan. Dengan ditutupnya semua fasilitas transportasi umum, membuat masyarakat menggunakan layanan sepeda atau skuter listrik pinjaman.

Banyak pekerja di wilayah Paris yang bekerja di rumah atau tidak bekerja dan tinggal di rumah bersama anak-anak mereka. Ini karena 78 persen guru di Paris juga melakukan mogok kerja.